Apa kabar diammu tuan? Rasanya setiap detik waktu yang bergulir lambat laun mulai menghilangkan secarik kenangan di masa silam Senyum kecil yang dahulu selalu telontar dari bibir...
Senja yang selau memaksa untuk bercerita Hari itu… Kutatap senja sembari hatiku menggeliat sambil berbisik Betapa perihnya meihatmu wahai senja Tersenyum lalu pergi entah kemana Tepat!...
Kau mengajakku tuk semangat Mengentaskan semua mimpi yang bersemayam Tak lelah kau mendampingiku tuk berjuang bersama Kawan bukan lawan Setia menunggu demi pertemanan Mengajariku akan hadirnya tempat...
Oh pagi, Pagiku bercerita tentang dirimu Berjalan berdua mengenang kasih Matahari pun tersenyum mengenang pagi ini Ku tuliskan cerita tentang pagi ini Sungguh indah untuk dikenang Masaku...
Putus asa Setiap kali kumerasakannya.. Kau yang selalu menginspirasiku Kau yang selalu mengajari bangkit Bangkit dari keterpurukanku Memulai semua yang sudah kacau Menata kembali semuanya.. semuanya Ya...
Gemuruh di angkasa menggelegar Langit biru nan indah berganti kelabu Rintik air hujan menimpa bumiku Ijinkan aku meminta sebuah syair Syair untuk tanah airku Aku …. Merasakan...
Ku lukiskan tinta pada rona wajah jelita Parasnya ayu tertutup kerudung biru Aku tersipu kala ia tersenyum sendu, pada pujangga yang tak lagi dipuja. Haruskah aku...
Aku ini seniman kata yang melukis kata tanpa suara yang berkata tanpa praduga. Kataku ini tak seindah pidato si jalang gala yang berbicara tertata karena naskah drama....
Puisi hidup hari ini Esok, dan seribu tahun lagi Hidup abadi, yang didapat hanya caci maki Hidup abadi, yang dilakukan hanya bersembunyi Puisi telah bersaksi Bahwa pujangga...