
Dokumentasi Pribadi LPM Locus
Surakarta – Kegiatan bedah buku dan diskusi bertajuk “Naar de Republiek Indonesia (NDRI) Edisi Kritis 100 Tahun” digelar pada Rabu, 4 Februari 2026 di Omah Buku Bahagia, dengan pembicara Zen Rachmat Sugito sebagai penulis dari NDRI edisi kritis dan Indah Darmastuti, founder Difalitera.
Acara ini berlangsung dimulai pukul 17.00 WIB. Diskusi tersebut membahas buku Naar de Republiek Indonesia yang menjadi salah satu karya Tan Malaka dalam sejarah pemikiran politik dan kebangsaan. Dalam edisi kritis 100 tahun, buku ini dikaji secara mendalam tentang gagasan-gagasan Tan Malaka dengan mempertimbangkan konteks sejarah, perkembangan politik, serta relevansinya dengan zaman sekarang.
Zen Rachmat Sugito atau yang kerap dipanggil Zen RS menyebut Tan Malaka adalah idealis kolektif yang memiliki standar tinggi dan menjadi panutan revolusioner. Itulah mengapa Tan terus dibicarakan, karena memiliki usia relevansi yang tinggi.
“Dari situ kepikiran menulis tentang Malaka dengan cara yang bisa dipahami, menurut saya itu adalah usaha saya untuk memaksa Tan Malaka lebih dekat ke kita bukan lagi mitos, bukan lagi hantu, bukan lagi horizon.” Jelas Zen dalam diskusi.
Indah Darmastuti berharap agar generasi muda mampu menangkap, mengolah, sekaligus mengkritisi gagasan-gagasan yang ditawarkan Tan Malaka. Menurutnya, membaca pemikiran Tan Malaka penting sebagai bekal intelektual dalam merespons perkembangan zaman.
“Generasi muda hari ini diharapkan bisa menangkap pemikiran-pemikiran Tan Malaka, mengolahnya, dan mengkritisinya. Anak-anak harus punya strategi sendiri dalam menanggapi perkembangan zaman”, tutur Indah
Sebagai penulis buku anak, Indah juga menekankan pentingnya membangun daya kritis sejak dini.
“Jadi dengan membaca gagasan dan pemikiran Tan Malaka kelak suatu saat kalian akan menjadi pengampu kebijakan, yang diingat itu”, pungkas Indah.
Reporter: Abril, Candra, Ferdy,
Penulis: Candra
Editor: Hasbi



