Hari Buruh: Mahasiswa Solo Raya Tuntut Keadilan atas Kesejahteraan Buruh dan Pendidikan

  • By locus
  • Mei 2, 2026
  • 0
  • 70 Views

Dokumentasi pribadi oleh locus

Solo, 01 Mei 2026 – Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Solo Raya menggelar aksi di Tugu Kartasura dalam memperingati “Hari Buruh” dengan mengusung tema “Pendidikan untuk Pembebasan, Kesejahteraan untuk Para Pekerja”. Dalam aksi ini, mereka menuntut penuntasan terkait buruh yang tidak mendapatkan gaji yang layak serta pendidikan yang dikesampingkan oleh pemerintah. Aksi ini dikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Solo Raya.

Zaki, mahasiswa Universitas Duta Bangsa  (UDB), menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah terkait hak hak buruh yang belum diselsailakan mulai dari pengesahan RUU Ketenagakerjaan , sistem outsourching dan masalah buruh yang terjadi di Solo. 

“Tuntutan hak buruh yang belum diselesaikan oleh pemerintah sejak lama terkait RUU Ketenagakerjaan, sistem outsourching dan lain lain. Salah satu masalah buruh yang terjadi di Solo, yaitu permasalahan penutupan TPA Putri Cempo yang merugikan pemulung dan pekerja kebersihan yang bekerja dari sana,“ ujarnya.

Ada total 8 poin  dan 3 poin isu regional tuntutan yang disampaikan dalam aksi, diantaranya : 

  1. Mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi dan menjamin perlindungan serta kepastian kerja para buruh,
  2. Menolak Sistem  kerja outsourcing dan praktik upah murah yang semakin memiskinkan pekerja,
  3. Mendorong reformasi pajak yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat,
  4. Mendesak penyelesaian krisis ojek online (ojol) khususnya pemotongan tarif ojol sebesar 10% bukan 20% yang merugikan para pekerja,
  5. Meningkatkan kesejahteraan guru, terutama guru honorer sebagai pilar utama pendidikan bangsa, 
  6. Menolak pengahpusan program studi dan paradoks adaptasi Perguruan Tinggi,
  7. Menjaga dan memperjuangkan keputusan akademik sebagai ruang berpikir kritis dan ilmiah, dan
  8. Mendesak pemerintah dengan memprioritaskan pendidikan sebagai sektor pembangunan nasional.

Adapun 3 tuntutan isu regional:

  1. Menuntut penyelesaian yang adil atas permasalahan PT. Sritex yang berdampak pada buruh hingga saat ini belum mendapatkan hak-haknya,
  2. Mendesak penanganan serius terhadap penutupan TPA Putri Cempo yang mengancam pengangguran masal dan krisis lingkungan, dan
  3. Menuntut pertanggungjawaban PT. RUM atas dampak yang ditimbulkan terhadap pekerja dan warga sekitar.

Andriano, Koordinator Aksi BEM Solo Raya, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan untuk membuka mata pemerintah agar lebih melek terhadap  kesejahteraan para buruh dan  pendidikan di Indonesia.

”Dengan aksi ini, kami berharap pemerintah lebih melek terhadap buruh dalam memberikan kelayakan pekerjaan buruh, gaji buruh dan kehidupan atau kesejahteraan buruh, dan juga melek terhadap pemerataan kesejahteraan pendidikan masyarakat indonesia di pelosok pelosok negeri terutama di (Indonesia) Timur,” ujarnya.

Aksi Solidaritas berakhir damai dengan diakhiri iring iringan mahasiswa dari Tugu Kartasura hingga RSU PKU Muhammadiyah. Orasi dan pembacaan puisi pun dilakukan sebagai simbol kekecewaan atas kesejahteraan buruh dan pendidikan yang belum teratasi. Meski sempat mengalami keterlambatan akibat miskomunikasi pada waktu pelaksanaan aksi, para peserta tetap melanjutkan aksi dengan penuh antusias.

 

Penulis : Muhamad Ghozy al-Faruq

Reporter: Ade Chandra, Muhamad Ghozy al-Faruq

Editor: Ade Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.