Optimalisasi Pemilahan Sampah Lewat Bank Sampah

  • By locus
  • April 21, 2022
  • 0
  • 326 Views
Foto: LPM Locus/Denies Verawaty

Tim Pengabdian Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan Sarasehan dengan tema ‘Pemulihan Ekonomi Masyarakat Akibat Dampak Covid-19 melalui Optimalisasi Bank Sampah’ pada Rabu, (20/04). Kegiatan ini diselenggarakan di Mahad Al-Jami’ah Putra Kartasura yang dihadiri oleh perwakilan dosen, Ormawa, serta kelompok bank sampah UIN Raden Mas Said Surakarta.

Salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah adalah dengan pemilahan sampah di bank sampah. Tim Pengabdian Dosen Febi, Relawan Febi bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Ana Suryana selaku pegiat lingkungan menginisiasi adanya bank sampah di Universitas Islam Negeri Surakarta.

Bank sampah yang diberi nama Pijar Semesta ini telah berdiri sejak 3 Januari 2022 dengan fokus pengelolaan sampah anorganik. Sampai saat ini Pijar Semesta telah melakukan empat belas kali timbangan yang rutin dilaksanakan tiap Kamis di kantin depan FEBI.

Menurut penuturan Ana Suryana, S.E, pendamping Bank Sampah Pijar Semesta, tahap pemilahan sampah di sini dengan cara menimbang, mencatat, setelah itu sampah ditukar dengan uang, boleh langsung diambil dalam bentuk tunai atau ditabung.

Feni sebagai Dosen FEBI melihat persoalan sampah apalagi di TPA yang ada di Indonesia kondisinya sudah darurat. Adanya Bank Sampah seharusnya bisa disambut dengan antusias dan begitu gembira oleh seluruh civitas akademik UIN Raden Mas Said Surakarta. Adanya hal ini dapat nengurangi beban dari tempat pembuangan akhir.

Ia menambahkan sebisa mungkin sampah itu diminimalisir dari hulunya, bahkan ia melihat bahwa sampah bisa mendatangkan penghasilan lewat Bank Sampah.

“Bukan lagi sampah itu sesuatu yang menjijikkan tetapi justru sampah itu bisa bernilai rupiah,” jelas Feni.

Ketua Dema menyoroti adanya banjir yang terjadi di UIN Raden Mas Said Surakarta. Menurutnya hal tersebut disebabkan oleh area resapan air yang kurang atau memang sampah yang berada di mana-mana. Kalau mahasiswa tidak merawat, akan sangat sulit menata kampus semegah itu. Apalagi dampaknya terhadap masyarakat sekitar sangat besar dari sisi ekonomi maupun dari sisi sosial.

“Dema siap menginisiasi gerakan yang kita ikhtiarkan bersama. Dengan harapan memang siapapun yang terdampak atau bersangkutan di kampus akan tersejahterakan,” tambah Aditya.

Ibu Rektor UIN Raden Mas Said mengatakan, tugas untuk merawat bumi adalah tugas bersama. Ada beberapa hal yang didapatkan dengan adanya bank sampah, yaitu mendukung program Rektor UIN Raden Mas Said (green campus,) mengubah sampah menjadi ada nilainya, dan memberikan warisan bumi yang lebih baik kepada generasi mendatang. Ia berharap, mahasiswa bisa menjadi corong utama untuk memilah sampah.

Penulis : Denies
Editor : Alfida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.